Search for collections on Scholar Repository UIN Imam Bonjol Padang

Self-professional development dosen di PTAI: sebuah keniscayaan dalam menghadapi pendidikan global

Kustati, Martin (0080) Self-professional development dosen di PTAI: sebuah keniscayaan dalam menghadapi pendidikan global. PROSIDING SEMINAR ANTARBANGSA ARKEOLOGI, SEJARAH, BAHASA DAN BUDAYA DI ALAM MELAYU (ASBAM KE-7), 2. ISSN 978-602-51125-4-6

[thumbnail of JURNAL] Text (JURNAL)
80-Self-professional development dosen di PTAI sebuah keniscayaan dalam menghadapi pendidikan global.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Di dalam era pendidikan global, mengajar mempakan kegiatan yang sulit dan menantang. Seringkali para pendidik,
seperd guin dan dosen sudah berupaya di dalam menyampaikan materi ajar kepada peseita didik mereka secara
optimal, namun tujuan pembelajaran yang diharapkan belum dapat dicapai peserta didik secara baik. Untuk mampu
melaksanakan pembel^aran dengan baik, seorang pendidik harus mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan
dengan proses pembelajaran, misalnj'a, seorang pendidik perlu mempersiapkan rencana pembelajaran; materi dan
juga strategi yang akan digunakan di dalam proses bel^ar dan mengajar, dan mengevaluasi basil pembel^aran
yang dilakukan. Untuk itu, seorang pendidik harus terus mengembangkan diri mereka, para pendidik seperti guru
dan dosen harus selalu terlibat di dalam kegiatan pengembangan diri; mereka harus melakukan self-professional
development secara terus menerus, yaitu usaha untuk mengembangkan kompetensi diri secara berkesinambungan
(McNamara & 0 Hara, 2008; Morton*, 2005; Walkington, 2005). Kegiatan tersebut diperlukan bahkan dianjurican,
baik oleh pemeiintah maupun pihak instansi dimana guru dan dosen tersebut melaksanakan proses pembelajaran.
Proses self-professional development ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya melalui kegiatan reflective
teaching, collaborative atau team teaching, mentorship, collaborative research dan publication, serta melanjutkan
studi ke jenjang 5'ang lebih tinggi (Carless, 2004, 2008). Kegiaatan self-profesional development ini sebenamya
menjadi mandat undang-undang, dimana guru harus menjadi life-long leamers (O'Brien & Guiney, 2001). Hal ini
diperlukan karena melalui kegiatan pengembangan diri ini, guru dan dosen akan terus mempeikaya kemampuan
mereka baik dalam hal subject matter knowledge maupun pedagogical knowledge. Kegiatan self-leaming ini sudah
menjadi sebuah kehaiusan dcmi kemajuan sebuah institusi pendidikan. Untuk itu makalah ini ditulis merujuk kepada
teori yang dikembangkan oleh (Cherubini, 2009), dalam melihat indikator sejauhmana para dosen melakukan self�leaming development dalam rangka pengembangan diri dan profesinya. (Cherubini, 2009) menjelaskan bahwa
terdapat 5 (lima) indikator sesorang melakukan professional self- learning, yakni Commitment to students and
students learning, professional knowledge, leadership in learning community', professional practices, on- going
professional learning. Kegiatan ini sudah menjadi sebuah keharusan demi kemajuan sebuah institusi pendidikan
dalam menghadapi pendidikan global.
KataKunci: Self-Professional Development, Self-Learning, Pendidikan Global

Item Type: Article
Subjects: Pendidikan > L Education (General)
Depositing User: Zulfitri Pustakawan
Date Deposited: 19 Oct 2022 08:39
Last Modified: 19 Oct 2022 08:39
URI: https://scholar.uinib.ac.id/id/eprint/469

Actions (login required)

View Item
View Item