Search for collections on Scholar Repository UIN Imam Bonjol Padang

Feminisme pada masyarakat matrilineal di Minangkabau: gerakan penyadaran kesetaraan dan keadilan gender dalam lintasan sejarah dan kekinian

Kustati, Martin (2018) Feminisme pada masyarakat matrilineal di Minangkabau: gerakan penyadaran kesetaraan dan keadilan gender dalam lintasan sejarah dan kekinian. PROSIDING SEMINAR ANTARBANGSA ARKEOLOGI, SEJARAH, BAHASA DAN BUDAYA DI ALAM MELAYU (ASBAM KE-7), 2. ISSN 978-602-51125-4-6

[thumbnail of JURNAL] Text (JURNAL)
75-Feminisme pada masyarakat matrilineal di Minangkabau gerakan penyadaran kesetaraan dan keadilan gender dalam lintasan sejarah dan kekinian.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Sebagai mas}'arakat matrilineal, perempuan Minangkabau memiliki keistimcwaan dibandingkan laki-laki.Dalam
perkawinan, yang meminang bukaii laki-laki atau keluarganya tetapi pihak perempuan. Sedangkan pembagian har�ta warisan kaum/suku jatuh kepada perempuan, sementara kaum laki-laki tidak mendapatkan bagian apa-apa.Kaji�an ini beitujuan untuk menjelaskan bentuk perlakuan istimewa adat terhadap perempuan Minangkabau, menjelas�kan gerakan penyadaran posisi perempuan atas perlakuan istimewa adat Minangkabau, dan meguraikan upava
perempuan Minangkabau yang miskin secara ekonomi dalam mempertahankan hidupnya.Peneiitian ini meng�gunakan pendekatan kualitatif dengan alat pengumpul data wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data
adalah perempuan Minangkabau, bundo kanduang, LKA.A.M, KAN, ninik maniak, tokoh adat, tokoh agama, dan
masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwabentuk perlakuan istimewa adat Minangkabau terhadap perem
puan adalah memberikan hak istimewa sepeiti kepemilikan hak harta pusaka, memiliki sawah, rumah, ladang
dan tanah. Feminisme sebagai sebuah spirit dan gerakan penyadaran masih diperlukan perempuan Minangkabau
sehingga mereka tidak terlena dengan perlakuan istimewa yang diiniiikinya.Temuan penelitian juga menunjukan
bahwa tidak semua perempuan Minangkabau beruntung secara ekonomi karena sukunya tidak memiliki harta pu�sata memadai.Bagi perempuan Minangkabau yang secara ekonomi kurang beruntung tereebut, mendorong mereka
peigi merantau dan berupaya untuk mencari kehidupan yang lebih layak dari kampung halamannya.OIeh karena
itu, pemikiran feminisme masih diperlukan untuk meningkatkan harkat dan martabatbagi sebagian perempuan
Minangkabau.
Keywords Feminisme, matrilineal, gerakan penyadaran, posisi perempuan, dan laki-laki.

Item Type: Article
Subjects: Pendidikan > L Education (General)
Depositing User: Zulfitri Pustakawan
Date Deposited: 19 Oct 2022 08:27
Last Modified: 19 Oct 2022 08:27
URI: https://scholar.uinib.ac.id/id/eprint/464

Actions (login required)

View Item
View Item